Belajar Bikin Konten di Ki-Talk #3: di Balik Layar Kreatif #JeniusKonten

Bron Chips, Transformasi Brownies Bentuk Keripik
26 January 2018
pia khas malang
4 Pia Khas Malang yang Bisa Kamu Beli di Aremafood
31 January 2018

Belajar Bikin Konten di Ki-Talk #3: di Balik Layar Kreatif #JeniusKonten

Ki-Talk adalah acara talkshow yang diusung oleh Kita Muda. Kali ketiga diadakan, Ki-Talk kali ini membahas tentang proses pembuatan konten kreatif. Diselenggarakan di DW Coffee pada Sabtu, 27 Januari 2018 Ki-Talk #3 menghadirkan kreator konten asal Kota Malang, yakni Linda Kurtanti, Syahidan Zainullah, dan Yudistira Maulana. Dimulai pukul 09.45, sekitar 30 peserta yang memadati coffee shop pagi itu cukup antusias dan anteng untuk mendengarkan para pembicara yang akan berbagi ilmu.

Kayak gimana sih di balik layar kreatif pembuatan jenius konten itu?

“Kesampingkan idealisme, kita butuh lebih open minded” – Linda Kurtanti, Program Director Radio Elfara FM Malang

Sebagai Program Director profesional, Mbak Linda—begitu panggilannya—berbagi ilmu tentang pembuatan konten yang bisa dibangun dengan cara banyak membaca, banyak ngobrol dan sharing. Di situlah nanti akan bertemu ide-ide baru yang bisa membuat konten makin berkualitas. Sudah malang melintang selama 8 tahun di Elfara FM, Mbak Linda juga berbagi tips tentang penyebaran konten. Bikin konten nggak bisa asal-asalan, ada ‘kaidah’ yang harus diikuti seperti STP (Segmenting, Targeting, Positioning) yang perlu diperhatikan. Meski demikian, konten yang dibuat nggak akan langsung bisa mengambil hati banyak orang. Konten kreatif itu kadang juga, hoki-hokian.

 

“Bikin konten kreatif itu tergantung gimana treatment atau cara pengemasan kita supaya kelihatan beda, unik, dan seolah-olah original” – Syahidan Zainullah, Produser Hisstory Films.

Beberapa film yang digarap Hidan—begitu sapaan akrabnya—telah diapreasiasi di kancah internasional melalui berbagai lomba. Pencapaian ini tentu bukan proses yang instan dan mudah. Sebagai film maker, dirinya tak hanya bertanggung jawab tentang eksekusi seni tapi juga harus menyatukan tim untuk dapat saling mendukung. Membuat konten itu tergantung bagaimana atau apa yang kamu lihat, output based on what’s your input. Ditanya soal fenomena industri film dan video yang perang harga, Hidan tetap kekeuh untuk jualan kualitas. Terus berusaha membuat konten kreatif yang berkualitas yang bisa membuat orang percaya bahwa garapannya ini layak dinilai ‘mahal’.

 

“Ide bisa dateng kapan aja, eksekusinya yang susah” – Yudistira Maulana, Video Creator.

Berawal dari keisengan, pemuda yang akrab disapa Yudis ini sudah memiliki 5000 followers yang hobi menikmati karyanya berupa video-video lucu di Instagram. Cara Yudis membuat konten kreatif adalah tiap ada ide, ditulis. Kemudian baru diolah lagi sampai eksekusi. Yudis juga bercerita kalau bikin video sampai viral itu susah, kadang harus mengikuti tren, kadang bisa juga mengemas tren tersebut dengan style yang unik seperti parodi biar audience nggak bosan. Di sini, ide-ide out of the box bener-bener diperlukan agar konten video itu banyak disukai.

 

“Konten itu merupakan elemen penting yang membuat seseorang datang untuk membaca dan melihatnya dan kemudian menceritakannya kepada orang lain” ungkap Mukti Prabowo, CMO Kita Muda. Ya, Aremafood setuju kalau content is a king. Ketika kamu punya media, punya bisnis, akan menyampaikan pesan, tapi melalui konten yang spammy, copycat, dan zero values, ya buat apa?

Seperti biasa, sebagai toko oleh-oleh khas Malang online, Aremafood kembali menjadi sponsor pendukung pada acara yang sarat akan edukasi ini. Sebelum ditutup dengan foto bareng, Aremafood memberikan bingkisan kepada peserta yang aktif pada sesi tanya jawab.

Jenius konten intinya adalah bagaimana pembuat konten bisa meracik atau mengemas konten yang kreatif namun tidak kehilangan makna atau inti pesannya. Buat kamu-kamu yang sedang meramu konten kreatif, teruslah belajar, teruslah berkarya. Jangan takut gagal karena gagal itu pasti. Semoga dengan adanya Ki-Talk #3 ini akan lahir bibit-bibit kreator konten kreatif lainnya di Kota Malang ya! Sampai jumpa di Ki-Talk #4, Snackers!

A.K

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *