Bernostalgia Dengan Malang Tempoe Doeloe Di RM Inggil

Super Dimsum – Cemilan Nikmat Dengan Harga Bersahabat
9 July 2013
Nasi Mawut Pak Iwan… Terlezat di Kota Malang?
5 August 2013

Pernah membayangkan, bagaimana rasanya berwisata kuliner di sebuah rumah makan yang berfungsi sebagai sebuah museum yang menampilkan koleksi benda-benda kuno? Pasti unik kan. Rasanya seperti melakukan time trip, kembali ke masa lalu.

Rumah Makan Inggil

Perasaan seperti itulah yang didapat ketika berwisata kuliner di Rumah Makan Inggil, resto dengan ciri khas etnik Jawa Timur di zaman pendudukan Belanda dahulu. Selain memang berlokasi di bangunan jadul, namun dekorasinya juga penuh dengan barang-barang antik.

Sejak datang, pengunjung langsung bisa melihat lorong yang dipenuhi berbagai foto-foto Malang tempo dulu. Wajah asli kota Malang yang dahulu sangat asri dan cantik terekam jelas dalam koleksi-koleksi foto di sini. Koleksi benda-benda antik juga jelas ada dimana-mana. Dari telepon jadul, alat pemutar piringan hitam, mesin ketik dan mesin jahit, radio dll. Belum lagi ditambah dengan poster-poster iklan jadul yang banyak jumlahnya dan beberapa diantaranya cukup menggelitik.

Barang Jaman Dulu RM Inggil Malang

Barang Antik di RM Inggil Malang

Suasana jadul tambah terasa dengan diputarnya lagu-lagu tempoe doloe dan tembang-tembang berbahasa Jawa. Selain itu, para pramusaji-nya, yang ramah-ramah, semuanya memakai pakaian daerah. Jika Anda datang ke waktu yang tepat, terkadang ada pertunjukan Tari Topeng khas Malang di panggung khusus yang ada di tempat ini. Hiburan yang sarat edukasi walau bagi sebagian orang zaman sekarang hal ini dianggap membosankan.

Lalu, bagaimana dengan menunya? Ya tentu saja, yang mereka sajikan adalah menu-menu tempoe doloe. Ada Nasi Jagung, Rawon Buntut, aneka penyetan, Ikan Segar dan Ayam Goreng/Bakar, Sate Ayam, Nasi Goreng dll. Beberapa minuman tradisional juga sudah pasti ada di sini. Seperti Wedang Ronde, Jamu Kebon Agung, Sinom dll.Menu Penyetan RM Inggil Malang

Saya sendiri akhirnya memilih Ayam Penyet (Rp. 23.500), Sambal Pencit (Rp. 6.500), Tempe Tahu Penyet plus Telor (Rp. 13.000), Sawi Oseng Ayam (Rp. 12.500). Untuk nasinya, dijual terpisah, per porsi Rp. 5000. Untuk minumnya, karena Malang sedang ‘bernostalgia’ juga, alias sedang dingin-dinginnya, segelas Susu Jahe (Rp. 8.500) jadi teman yang pas untuk makanan-makanan tadi, plus segelas Teh Hangat (Rp. 2.500).

menu RM Inggil Malang

Rasanya? Enak! Jelas enak. Terutama sambal penyetannyanya. Dijamin, Anda pasti lahap dan meminta tambah lagi. Sambel Pencitnya juga enak, pedas dengan sedikit rasa asam. Bikin ketagihan. Sawi Oseng Ayamnya juga enak. Gurih dan segar. Porsinya juga cukup besar, bisa untuk tiga orang.

Jadi, setelah selesai makan, apa hati tergerak untuk kembali lagi? Definitely, yes! Sudah pasti jika saya ingin kembali makan disini. Dengan teman-teman, maupun dengan keluarga. Apalagi, ketika pikiran sudah kembali merindukan suasana Malang Tempoe Doloe yang menyenangkan.Suasana RM Inggil Malang

Makanannya enak, dan suasananya sangat nyaman. Pelayanannya juga sangat oke. Ketika Rumah Makan terisi penuh pun, kita juga tidak perlu menunggu makanan keluar terlalu lama.

Jadi, tak heran, jika Rumah Makan ini menjadi salah satu destinasi para turis, baik asing maupun domestik jika berwisata kuliner di Malang.

RM Inggil

 

Address : Jl. Gajah Mada no. 4. Malang

Call: 0341-332110

Opening hours: 10:00 – 22:00

Must Order : Aneka Penyetan, Samba Pencit, Rawon Buntut

Pricing/Spend : 1k – 45k/ 35k per person

Wifi : Yes

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *