Review

Bubur SumsumMasyarakat Indonesia patut berbangga karena memiliki aneka ragam kuliner khas yang lezat dan unik. Contohnya, sebut saja bubur sumsum. Bubur yang berwarna putih bersih seperti sumsum tulang ini memiliki tekstur yang lembut serta rasa yang gurih dan asin ditambah dengan rasa manis dari siraman kuah gulanya, siapa yang tidak kepincut dengan kelezatan jajanan tradisional satu ini?

Mungkin penjual bubur sumsum sudah bertebaran dimana-mana, mulai dari gerobak hingga warung dan restoran. Rasa bubur sumsum sendiri juga mungkin sudah umum dimana-mana, proses pembuatannya yang menggunakan tepung beras dan santan membuat rasanya jadi gurih dan sedikit asin.

Tapi, ada yang istimewa dari bubur sumsum yang saya santap hari ini, kuah gulanya. Bukannya menggunakan gula merah cair dari kelapa seperti kebanyakan bubur sumsum lainnya, melainkan gula aren cair, rasa durian pula! Sebenarnya tidak pas jika disebut rasa durian, karena dalam proses pengolahannya gula aren cair ini menggunakan buah durian asli, bukannya perasa buatan, jadi jangan heran kalau menemukan potongan daging buah durian didalamnya.

Kenapa gula aren? Karena rasa manis dari gula aren lebih pas untuk lidah orang Indonesia, manis, tapi tidak berlebihan dan tidak bikin eneg. Selain itu, gula aren juga punya banyak kandungan manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Dalam proses pembuatannya juga gula aren ini tidak memakai bahan kimia apapun sehingga kandungan nutrisi pentingnya tetap utuh.

Penggemar buah durian juga harus mencoba membuat kreasi masakan tradisional Indonesia menggunakan pemanis alami satu ini, karena dicampur dengan buah durian asli, rasa dan aromanya nikmat khas buah durian. Takaran yang pas membuat rasa duriannya terasa sampai tetes terakhir, enak tapi tidak terlalu menyengat dan bikin mual.

Jujur saja, saya bukan termasuk pecinta buah durian, apalagi yang sudah dikemas dalam bentuk olahan seperti selai, dodol, atau ice cream.  Tapi saya tetap bisa enjoy menikmati bubur sumsum dengan kuah gula aren durian ini, seperti yang sudah dibahas tadi, rasa duriannya terasa tapi tidak bikin eneg dan harumnya tidak bikin mual. Rasa manis duriannya bisa berpadu dengan gurih dan asinnya bubur sumsum, membuat ketagihan dan ingin nambah lagi.Gula Aren Cair

Selain durian, gula aren cair ini tersedia varian lainnya, yaitu original dan pandan. Tentu saja yang digunakan adalah daun pandan asli, bukannya perasa buatan. Untuk yang tidak suka buah durian bisa mencoba dua varian gula aren cair ini.

Jajanan tradisional Indonesia memang unik dan tidak ada tandingannya, sayang sekali jika harus tergusur dengan jajanan modern zaman sekarang. Sedikit kreasi dan inovasi dalam proses pembuatannya akan membuat jajanan Indonesia tetap laris dan diminati masyarakat. Tentunya juga dengan tidak menghilangkan unsur ketradisionalannya, seperti olahan bubur sumsum dengan gula aren cair durian ini.

20 December 2013

Bukan Sekedar Bubur Sumsum Biasa

Masyarakat Indonesia patut berbangga karena memiliki aneka ragam kuliner khas yang lezat dan unik. Contohnya, sebut saja bubur sumsum. Bubur yang berwarna putih bersih seperti sumsum […]
14 December 2013

Keripik Jamur Tiram Kane Kane, ‘Perpustakaan Kecil’ Kelezatan Masakan Indonesia

Bentuknya lebar-lebar dan lembut, mirip seperti tiram di laut sehingga disebut sebagai jamur tiram. Tumbuhan bernama latin Pleurotus ostreatus ini adalah jenis jamur yang bisa dimakan. […]
14 December 2013

Cuma Keripik Tempe Kane Kane Yang Rasanya Indonesia Banget

Jalan-jalan ke kota Malang, selain berburu buah apel, jangan lupa memborong aneka keripik tempenya. Keripik tempe khas kota Malang ini rasanya renyah dan gurih. Pertama-tama, tempe […]
12 December 2013

Keripik Buah Salak, Crispy dan Renyah

Salak adalah buah asli dari Indonesia, biasanya disajikan di meja makan sebagai camilan segar atau pencuci mulut. Buah salak juga bisa dijadikan manisan maupun rujak atau […]