Filosofi Kue Keranjang dan Kaitannya dengan Imlek

rujak cingur enak di malang
5 Tempat Makan Rujak Cingur Enak di Malang
11 February 2018
Ngemil Mewah di The Arbanat Kitchen, Cafe, and Lounge Malang
12 February 2018

Filosofi Kue Keranjang dan Kaitannya dengan Imlek

kue keranjang untuk imlek

Tahun Baru Imlek 2569 Kongzili jatuh pada 16 Februari 2018. Buat kamu atau kerabatmu yang merupakan warga Konghucu, pasti kue keranjang adalah makanan wajib yang enggak boleh terlewatkan yang sudah tersedia di atas meja makan dan siap kamu santap ketika Imlek. Betul enggak?

Kue keranjang dalam bahasa hokkian disebut dengan Ti Kwe, kalau dalam Bahasa Mandarin disebutnya Nian Gao. Kue keranjang adalah kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula, menghasilkan tekstur yang lengket, kenyal, dan rasanya manis. Proses pembuatan kue keranjang ini terbilang gampang-gampang susah lho Snackers, butuh waktu sekitar 11-12 jam untuk seloyang kue keranjang. Ngomongin soal Imlek emang enggak bisa lepas dari kue keranjang, Snackers. Kamu udah tahu belum makna dari kue keranjang buat Imlek ini?

Baca juga: 7 Makanan yang Wajib Ada Waktu Imlek

kue keranjang untuk imlek

Asal usul kue keranjang

Kalau ditelusuri dari sejarahnya, kue keranjang ini punya beberapa versi asal-usul. Semua adalah legenda sih, Snackers. Karenanya, terserah kamu mau percaya yang mana ya.

  1. Kue keranjang untuk menaklukan makhluk raksasa

Konon, ada makhluk raksasa bernama Nian yang hidup di gua. Hewan-hewan sedang hibernasi, untuk memadamkan rasa laparnya, Nian turun ke desa untuk mencari makanan atau mangsa, yakni manusia. Warga setempat hidup dengan penuh ketakuan. Sampai pada akhirnya ada warga bernama Gao yang membuat kue keranjang, lalu dihidangkan di depan pintu untuk Nian. Nian memakannya, kenyang, lalu kembali ke gua. Sejak saat itu, setiap musim dingin warga selalu membuat kue keranjang. Dan untuk mengingat kisah Nian dan Gao, kue ini disebut Nian Gao.

  1. Kue keranjang sebagai antisipasi lapar saat banjir salju

5000 tahun lalu di Tiongkok, pernah terjadi banjir akibat salju Gunung Goby. Banjir ini cukup parah sampai berbulan-bulan hingga menggenangi hampir sebagian daratan China. Untuk mengantisipasi kelaparan saat banjir, warga membuat kue yang tahan lama, tidak lain tidak bukan adalah kue keranjang ini.

Makna di balik nama kue keranjang

Seperti yang Aremafood sebutkan tadi, dalam Bahasa Mandarin kue keranjang disebut dengan Nian Gao. Nian artinya tahun, enggak heran kalau ini adalah makanan untuk tahun baru. Sementara Gao artinya kue, terdengar juga seperti kata tinggi. Oleh karenanya, dalam penyajiannya kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas makin mengecil yang bermakna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. Dulu, banyaknya atau tingginya kue keranjang itu menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah. Terus, kue keranjang biasanya juga disusun ke atas dengan kue mangkok merah kecil di bagian atasnya yang merupakan simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar.

kue keranjang untuk imlek

Filosofi kue keranjang dari bentuk, tekstur, dan proses pembuatan

Dilihat dari bentuk, bentuk kue keranjang ini rata-rata bulat dan tak bersudut. Ini melambangkan pesan kekeluaragaan Snackers. Keluarga selalu menjadi prioritas, selalu bersama tanpa batas waktu, dan sebagai makna sekaligus harapan agar setidaknya dalam 1 tahun sekeluarga dapat berkumpul sehingga bisa menciptakan kerukunan dalam hidup dan siap menghadapi hari-hari kedepan.

Kalau dari segi tekstur, kue keranjang juga filosofis banget terkait Imlek. Tekstur yang kenyal merupakan simbol dari sebuah kegigihan, keuletan, daya juang dan pantang menyerah dalam meraih tujuan hidup. Sedangkan untuk daya tahan kue keranjang yang begitu lama mempunyai arti hubungan yang abadi biarpun zaman telah berubah. Kesetiaan, saling tolong menolong, dan lagi-lagi rasa kekeluargaan juga dimaknai dalam tekstur dan ketahanan kue keranjang agar selalu terjalin dengan baik.

Memakan waktu sampai 11-12 jam artinya pembuatan kue keranjang ini tergolong lama. Konon katanya, ini mewakilii rasa kesabaran, keteguhan hati serta cita-cita untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Usaha yang begitu keras juga harus dilakukan dengan pikiran yang bersih dan jernih, penuh kesopanan dan konsentrasi yang tinggi dengan membersihkan hati dari prasangka buruk sehingga kue keranjang yang sedang dibuat tersebut akan memiliki bentuk, rasa dan tekstur yang sempurna. Jika semua nilai-nilai tersebut dilanggar, kemungkinan kue yang dihasilkan akan terlihat lembek dan pucat. Oleh karena itulah, dalam pembuatan kue keranjang dibutuhkan kehati-hatian ekstra dan enggak semua orang lho bisa bikin kue keranjang yang enak dan sempurna ini.

Cara penyajian kue keranjang

Kebiasaan di China saat Imlek adalah menyantap kue keranjang terlebih dahulu sebelum menyantap makanan lainnya. Kegiatan ini dipercaya sebagai suatu pengharapan agar selalu beruntung dalam pekerjaan maupun kehidupan sepanjang tahun. Kue yang terbuat dari beras ketan dan gula ini dapat disimpan lama, bahkan dengan dijemur dapat menjadi keras seperti batu dan awet. Sebelum menjadi keras kue tersebut dapat disajikan langsung, akan tetapi setelah keras dapat diolah terlebih dahulu dengan digoreng menggunakan tepung dan telur ayam dan disajikan hangat-hangat. Disusun meningkat seperti yang tadi dijelaskan dan dapat pula dijadikan bubur dengan dikukus lalu ditambahkan bumbu favoritmu.

Udah lebih banyak tahu tentang kue keranjang kan, Snackers? Kamu mau bikin sendiri apa mau langsung beli aja nih? Selamat merayakan Imlek dan selamat menikmati kue keranjang ya!

Baca juga: Pia Cap Mangkok, Oleh-Oleh Khas Malang yang Selalu Diminati Sejak 1959

featured images via whattocooktoday.com

A.K

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *