Ki-Talk Vol. 1: Social Media=Killer, Edu+Social Media=Power

“Pendidikan memang tanggung jawab tenaga pendidik, tapi juga tanggung jawab orang terdidik”. Penggalan kata dari Dina Rakhmatika perwakilan dari 62 project ini yang paling ngena menurut Mimil. Dengan tema “Social Media=Killer, Edu+Social Media=Power”, Kita Muda berhasil membuat banyak social media user untuk ikut datang ke acara ini sampai dideklarasikan full seat jauh hari sebelum event terselenggara. Ki-Talk yang baru pertama kali diadakan pada 21 Mei 2017 yang lalu punya 5 pemateri, mulai dari Duta Pendidikan Kota Malang hingga CEO dari Kita Muda sendiri dengan membawa misi edukasi penggunaan social media yang berbeda pula.

CEO Kita Muda di Event Ki Talk | via Mybite.ID

Rolanda Noverdo, yang merupakan Duta Pendidikan Kota Malang 2016 mengungkapkan bahwa hal terpenting dalam penggunaan media haruslah bijak. Apabila generasi kita sudah menerapkan use our social media wisely” maka generasi-generasi di bawah kita akan menjadikan generasi sebelumnya sebagai cerminan penggunaan social media. Selain itu Rolanda juga menyampaikan bahwa pemakaian internet dengan pengawasan orang tua sangat penting peranannya untuk pengguna internet di bawah umur khususnya anak-anak. Sistem pendidikan di Indonesia akan lebih baik apabila ada kerjasama antara pemerintah dan warganya, bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun membutuhkan sinergi dari Warga Negara Indonesia pula.

Para pembicara dan merchandise Aremafood.com

Konten yang paling ditekankan pada pembicara selanjutnya adalah penggunaan social media sebagai media promosi kebudayaan asli Indonesia yaitu batik, museum, serta bahasa khususnya bahasa Jawa. Rizky B. Cahyono yang merupakan Duta Budaya dan Museum Kota Malang 2015 mengambil studi kasus maraknya social media anak muda Indonesia khususnya Jawa, memiliki konten yang sebagian besar kebarat-baratan seperti konten di kafe atau tempat main yang hits, namun melupakan warisan lokal seperti museum bahkan bahasa. Senada dengan Rizky, Hendita Khairina sebagai Juara Putra Putri Batik Nusantara 2016 sudah mengapresiasi generasi anak muda di Indonesia untuk mempromosikan batik walaupun hanya saat kondangan saja, namun alangkah lebih baiknya apabila batik itu sendiri dikenakan di berbagai kesempatan. Hendita juga menyampaikan bahwa motif batik tidak hanya satu dua saja, melainkan ada ratusan motif batik dari berbagai wilayah yang punya histori sendiri. Alangkah lebih baiknya apabila kita ingin memperluas wawasan kita tentang budaya Indonesia salah satunya adalah histori batik itu sendiri. Dengan memperluas wawasan maka kita turut andil untuk melestarikan kebudayaan lokal.

Peserta Ki-Talk | via Kitamuda.ID

Sebagai penutup, Agung Susanto selaku CEO dari Kita Muda menyampaikan bahwa penyebaran informasi yang tidak tentu benar atau yang biasa disebut hoax merupakan latar belakang diadakannya acara Ki-Talk ini dengan mendatangkan pemateri yang banyak menginspirasi anak muda diharapkan dapat mengurangi tingkat penyebaran hoax di Indonesia khususnya. Ke depannya, Kita Muda yang diwakili oleh Mukti Prabowo sebagai CMO berharap bisa mengadakan Ki-Talk yang akan menginspirasi lebih banyak generasi, Mukti juga berterimakasih terhadap semua pihak yang sudah terlibat di Ki-Talk telah mendukung.

Baca Juga: Ki-Talk by Kita Muda, Ngobrol Serius Tapi Santai Tentang Kekuatan Bermedia Sosial

– Kemala Ristanti N. A.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *