Makin Melek Media Berkat Ngobrol Seru Di Kitalk #2: Media Jaman Now!

sale pisang enak malang
Sale Pisang, Olahan Pisang Tipis Kering Yang Bikin Ngemil Makin Sering
29 September 2017
manfaat air kelapa
Gara-gara Air Kelapa, Tubuhmu Jadi Bisa Begini!
4 October 2017
kita muda kitalk aremafood

Kita Muda, portal online magazine yang sukanya bikin baper ini kembali mengadakan Kitalk #2 dengan tema “Media Jaman Now!”. Kitalk #2 diselenggarakan di Ngalup.co Malang pada Jumat, 29 September 2017. Dimulai sekitar jam 3 sore, Kitalk #2 tidak mengurungkan antusiasme sekitar 40-an peserta yang hadir untuk sharing dan mendengarkan ilmu dari para pembicara. Ada Sophia Mega, Founder dan Director dari Kapan Kamu Nikah?; Trio Danu Kumbara, Founder Iki Malang; serta Patricia F. Levyta P, Editor in Chief di Lettmagz.

kita muda kitalk aremafood

via mybite.id

Kapan Kamu Nikah? ternyata sudah ada sejak Sophia Mega duduk di bangku Madrasah Aliyyah atau setara SMA. Siapa menyangka jika sejak usia semuda itu wanita yang kerap dipanggil Mega ini sudah menginisiasi membuat portal online dengan konten pernikahan. Sebagai penggagas Kapan Kamu Nikah? Sophia Mega tahu betul bahwa isu pernikahan belum ada matinya khususnya bagi muda-mudi berusia 20-30an. Kapan Kamu Nikah? adalah media jaman now berbentuk portal dan didukung oleh sosial media, yang membahas isu pernikahan lengkap dengan cerita dari mereka yang berpengalaman. Dengan menggunakan media masa kini, Kapan Kamu Nikah? adalah tempatnya belajar dan membekali diri bagi mereka, pemuda jaman now yang ingin menikah.

Trio Danu Kumbara atau yang lebih akrab disapa Iyok ini juga menceritakan pengalamannya dalam membangun Iki Malang. Dua tahun belakangan, Iyok sibuk menggarap Iki Malang pada media LINE@ dan Instagram. Segala tantangan dihadapi, termasuk tentang kepercayaan diri. Sebagai platform media boso lokalan atau bahasa asli Malang yaitu bahasa walikan, Iki Malang kini sudah tembus hingga 185k followers instagram. Membawakan konten yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari menjadikan Iki Malang sebagai media jaman now yang mungkin dapat membantu generasi milenial dalam melestarikan kearifan lokal.

Bermain di media offline, Lett Magz, a creative art magazine based in Kota Malang ini bisa tetap eksis dan memiliki pembaca setia. Patricia selaku Editor In Chief bercerita kalau media jaman now sebaiknya tidak hanya sekedar memberi informasi yang dibutuhkan, mengangkat isu atau masalah pemuda jaman now, tapi juga harus didukung dengan visual yang menarik. Hal ini diperlukan mengingat pemuda jaman now akan lebih interest pada media yang kreatif.

kita muda kitalk aremafood

via mybite.id

kita muda kitalk aremafood

via mybite.id

Tidak ketinggalan, sesi tanya jawab juga membuat Kitalk #2 semakin sarat ilmu. “Dengan adanya Kitalk, saya menyadari bahwa memang seharusnya media jaman now itu memiliki konten-konten yang ada social lessonnya, nggak melulu tentang cinta-cintaan yang nggak mendidik”, ungkap Dian, salah satu peserta Kitalk #2. Selain membuat peserta makin melek tentang media jaman now, Kitalk #2 juga semakin seru berkat voucher yang dibagikan oleh Aremafood. Dengan demikian, peserta yang datang semakin diuntungkan untuk dapat membeli oleh-oleh khas Malang dan camilan nusantara di Aremafood.

Dari ketiga pembicara di Kitalk #2 dapat disimpulkan bahwa media yang mereka inisiasi bermula dari keresahan. Mulai dari Kapan Kamu Nikah? yang bermula dari keinginan Sophia Mega yang ingin lebih mendengar dan sharing tentang kehidupan pernikahan, Trio Danu Kumbara yang ingin melestarikan bahasa Malangan, hingga Patricia yang menganggap bahwa media cetak akan lebih mudah untuk dikenang dibanding media non-cetak.

kita muda kitalk aremafood

via mybite.id

Kalau kata kids jaman now Kitalk #2 ini bener-bener acara yang menarique! Banyak ilmu baru yang asyique yang bisa diterapkan di aktivitas bermedia kita sehari-hari. Well, sukses terus untuk Kita Muda dan semoga kita bisa ketemu lagi di Kitalk #3 ya, Snackers!

Baca juga: Ki-Talk Vol.1: Social Media=Killer, Edu+Social Media=Power

A.K ft. Kemala Ristanti

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *