Menikmati Keotentikan Kota Jogja dalam Sekaleng Gudeg

Sambel Roa JuDes khas Manado, Be Aware Addicted
17 February 2014
Lamandel, Solusi Sehat untuk Radang Amandel
6 March 2014

Menikmati Keotentikan Kota Jogja dalam Sekaleng Gudeg

Gudeg-kaleng-wijilan-bu-liesGudeg, siapa yang tak mengenal kuliner khas Yogyakarta satu ini? Seperti kebanyakan kuliner khas daerah lainnya, gudeg juga punya keotentikannya sendiri. Rasanya yang perpaduan antara gurih dan manis berhasil menjadi ciri khas yang memikat dan menggoyang lidah banyak penikmat kuliner.

Walaupun khas dari Jogja, gudeg juga sering kita jumpai di kota-kota lain di Nusantara ini, tentu saja rasanya tak seotentik yang langsung dimasak di dapur Jogja. Bahkan ada orang yang rela datang langsung ke Jogja hanya untuk menikmati sepiring nasi gudeg. Tak jarang pula para pelancong yang membawa gudeg untuk dijadikan oleh-oleh bagi sanak saudara di rumah. Biasanya gudeg yang dijadikan oleh-oleh ini dibungkus dengan kendil dan hanya bertahan 24 jam. Sekarang gudeg yang bisa dibawa untuk oleh-oleh tak hanya tersedia dalam kemasan kendil, namun juga dalam bentuk kaleng yang bisa tahan sampai satu tahun.

Beberapa makanan siap saji sekarang memang banyak yang tersaji dalam kemasan kalengan. Selain praktis dan tahan lama, mengolahnya pun tak memerlukan waktu lama, tinggal buka kalengnya, panaskan, makanan pun siap disantap. Hal yang sama juga berlaku untuk gudeg kalengan ini, tidak perlu repot-repot memasak apalagi datang jauh-jauh ke Yogyakarta, tinggal pesan gudeg kaleng di sini, buka kalengnya, panaskan sebentar, gudeg pun siap menjadi hidangan yang memuaskan lidah.

Dari sekian banyak merk gudeg kaleng khas Jogja, Gudeg Wijilan Bu Lies jadi salah satu opsi untuk icip-icip. Konon katanya, gudeg yang berasal dari jalan Wijilan di Jogja ini punya rasa manis yang sangat khas Jogja. Ternyata rasa gudeg Wijilan ini pas, tidak terlalu manis dan cocok untuk lidah orang luar Jogja.

Satu porsi gudeg kaleng Wijilan Bu Lies

Satu porsi gudeg kaleng Wijilan Bu Lies

Gudeg Wijilan Bu Lies ini dikemas dalam kaleng ukuran 300 gram. Isinya telur ayam, tahu, tempe, kerecek (sambal goreng yang terbuat dari kulit sapi), nangka mudah, dan blondho (produk sampingan yang dihasilkan dalam pembuatan minyak goreng dari kelapa). Jika dituangkan di atas piring, porsi 300 gram itu bisa dimakan untuk lauk 3 atau 4 porsi.

Bagaimana cara mengemas gudeg kalengan hingga bisa tahan selama satu tahun? Padahal gudeg Wijilan Bu Lies ini tidak memakai pengawet dan bebas MSG. Ternyata, setelah dimasukkan kedalam kaleng, gudeg dipanaskan hingga suhu 130 derajat celcius selama beberapa jam, kemudian direndam dengan air dingin. Proses pengawetan gudeg ini dilakukan di laboratorium LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang terletak di Gunungkidul. Tertarik untuk mencoba?

Comments

comments

2 Comments

  1. Mohamad agus anam says:

    minta dikirim katalog produk gudeg.krn kami mau export

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *