oleh-oleh ke malang

Meskipun hidup di zaman millenial, sesekali kamu cobain deh jajan pasar yang tradisional ini. Kalau kamu lahir di era 60-90an sih pasti masih pernah dong ngicipin ini? Cenil, lupis, tiwul, gatot, dan teman-temannya. Sebelum Aremafood kasih review-nya, kamu sempet kepikiran nggak sih, kira-kira jajan ini bakal masih eksis nggak ya buat 10 tahun ke depan? Anak cucu kita nanti bakal ngerasain nggak ya? Soalnya ini kan enak banget, apalagi kalau yang dimakan pakai alas daun pisang, sensasi jadulnya itu dapet banget!

Meskipun tergolong camilan jadul, jajan pasar ini masih belum terlalu susah dicari. Kalau kotamu ngadain acara semacem festival tradisional, besar kemungkinan jajan pasar yang legendaris ini tiba-tiba eksis. Sekarang pun di pasar-pasar tradisional cenil lupis ini masih ada, di pasar car free day juga biasanya ada. Tapiii kalau tiba-tiba ngidam ya emang agak susah dicari sih, apalagi kalau ngidamnya di jam-jam malam. Wih, ampun deh. Biar kamu makin kangen dan kepengin, yuk simak review Aremafood berikut!

Baca juga: Hok Lay – Cuimie, Lunpia dan Fosco Yang Legendaris

 

  1. Cenil

cenil-lupis-jajan-tradisional-aremafood

Cenil, beberapa daerah menyebutnya cetil, pake t. Imagesnya kenyal nggliut-nggliut gimana gitu ya, Snackers. Nggak sekenyal jelly yang tanpa kunyah juga sih. Biasanya warna pink fanta, meskipun ada juga yang bikin dengan warna hijau atau kuning. Cenil ini yang paling populer dibanding teman-temannya. Mungkin karena warnanya paling mencolok, atau memang namanya yang imut. Cenil terbuat dari pati ketela pohon dan tepung kanji. Dimakan sendirian nggak sama temen-temennya juga enak, pakai tusuk sate, dikasih parutan kelapa dan taburan gula merah cair.

  1. Lupis

Ini biasanya anak kecil suka susah bedain antara lupis dan lontong. Teksturnya hampir mirip, bungkusnya juga mirip, tapi rasanya jelas beda. Lupis terbuat dari beras ketan. Lupis dulunya berbentuk segitiga, tapi karena susah dibuat akhirnya makin ke sini bentuknya bulat memanjang, meskipun masih ada juga yang membuat dengan bentuk segitiga. Teksturnya bantat, biasanya disajikan sama gula merah, rasanya manis. Kalau beli sepincuk jajan ini, biasanya lupis nggak pernah ketinggalan malah menjadi signature dari kudapan tradisional ini.

Baca juga: Menikmati Masakan Tradisional Tanah Sunda di Bumbu Desa

  1. Ijo-ijo atau item-item

To be honest, Aremafood sendiri pun bingung kue ini namanya apa. Pokoknya punya ciri khas berwarna hijau kalau nggak hitam. Orang kalau beli biasanya bilang “ijo-ijo” atau ‘item-item”, karena emang bingung ini jajan namanya apa. Rasanya manis, pelengkap cenil bangetlah. Kayak nggak afdol gitu beli cenil tanpa jajan ini. Teksturnya kenyal juga, tapi nggak sekenyal cenil.

cenil-lupis-jajan-tradisional-aremafood

via tradisionalfood.wordpress.com

  1. Gatot

Kamu masih punya temen yang namanya Gatot, nggak? Kalau iya, kamu lahir di tahun berapa sih, Snackers? Hehe. Kalau di perwayangan ada yang namanya Gatotkaca ya. Kalau di jajan pasar ini, gatot adalah kue berbahan dasar ketela atau ubi kayu. Makanan ini berasal dari daerah Gunungkidul. Warnanya yang paling populer sih hitam, ada juga yang kecoklatan. Proses membuat gatot ini kabarnya memakan waktu yang cukup lama, karena harus melewati proses fermentasi, dijemur, dan direndam sampai dua malam. Rasanya gurih, biasanya disandingkan sama bledus.

Baca juga: Wingko Babat Isi Buah? Ini Jajanan Tradisional Gaya Baru

  1. Bledus

Bledus jagung atau disingkat bledus aja, nggak pakai jagung, adalah anggota dari kawanan jajan tradisional yang berbahan dasar jagung pipil kering. Hehe agak rumit ya njelasinnya padahal udah jelas-jelas dari jagung. Warna kuning, bentuknya pun nggak jauh-jauh dari jagung pada umumnya, kecil-kecil gitu. Kota Lumajang mengklaim sebagai daerah asal dari jajan bledus ini. Rasanya gurih, ini juga seperti nggak bisa lepas dari gatot.

  1. Tiwul
cenil-lupis-jajan-tradisional-aremafood

via tokomesin.com

Tiwul atau thiwul atau gaplek singkong adalah jajanan yang lumayan mengenyangkan di banding teman-temannya yang lain. Tiwul terbuat dari ketela pohon atau singkong. Nggak salah kalau ini juga sering dijadikan sebagai makanan pengganti nasi, karena memang punya kandungan karbohidrat yang bikin kenyang. Warnanya cokelat kalem. Rasanya lebih ke manis dan bentuknya nggak karuan, alias nggak berbentuk. Hehe gimana ya, bergerumbul gitu lho, Snackers paham kan? Biasanya ibu-ibu penjualnya mengambilkan tiwul sak puluk’an gitu atau beberapa genggaman sesuai selera.

Baca juga: Oleh-oleh Khas Malang: Dodol Buah Legit Ini Pantas Jadi Buah Tangan

  1. Horok-horok

Kue ini biasanya dipasangkan sama tiwul. Bentuknya hampir mirip sama tiwul, sama-sama nggak aturan. Warnanya pink soft, terbuat dari tepung pohon aren atau tepung beras. Horok-horok ini banyak ditemukan di Jepara, tapi warnanya putih dan bisa diaplikasikan ke makanan berat seperti bakso dan gulai. Horok-horok atau horog-horog yang dimakan di jajan pasar ini teksturnya lebih kasar dibanding tiwul. Rasanya manis. Mitosnya, kualitas enak tidaknya horok-horok ditentukan oleh suasana hati si pembuat lho. Kalau lagi senang, horok-horoknya enak, kalau lagi kesal atau marah, horok-horoknya nggak ada rasanya. Wah, bener gitu nggak ya, Snackers?

  1. Ketan bubuk

Kalau ketan bubuk ini tergantung penjualnya ya, Snackers. Biasanya include di jajan pasar ini, tapi ada juga yang nggak pakai. Beras ketan punya cita rasa cenderung ke manis, kalau dikasih bubuk kedelai jadinya manis gurih. Adanya bubuk ini sekaligus ngasih kamu alternatif jajan kamu mau bernada gurih atau manis. Kalau gurih, topping-nya pakai bubuk. Kalau manis, topping-nya pakai gula merah. Both are yummy!

Baca juga: Wingko Durian, Segenggam Surga Dunia yang Nggak Bisa Ditolak

 cenil-lupis-jajan-tradisional-aremafood

Saking legendarisnya, jajan pasar ini hampir terlupakan. Satu porsi atau satu pincuk jajan ini isinya rame banget ya, Snackers. Tapi kamu tetep bisa custom semaumu kok. Harganya pun terbilang murah, beli 2.000 aja juga boleh. Soal rasa, jajan pasar ini nggak kalah enak sama jajan kekinian. Minat beli? Coba cari di pasar tradisional sekitar ya!

Setelah ini, jajan pasar apalagi sih yang kamu pengin ada di blog Aremafood? Kasih rekomendasi kamu di kolom komentar yuk!

A.K

15 December 2017
cenil-lupis-jajan-tradisional-aremafood

Icip-icip Sekawanan Cenil dan Lupis, Jajan Pasar Yang Legendaris

Meskipun hidup di zaman millenial, sesekali kamu cobain deh jajan pasar yang tradisional ini. Kalau kamu lahir di era 60-90an sih pasti masih pernah dong ngicipin […]
6 December 2017

Karakter Orang Bisa Dilihat Dari Keju Favoritnya. Kamu, Yang Mana?

Snackers, kalau sebelumnya Aremafood pernah membahas karakter orang dilihat dari kopi, kali ini yuk coba lihat dari keju favorit. Eits, ini bukan cenayang ya tapi yang […]
29 November 2017
kuliner hits november 2017

Rekapitulasi Kuliner Paling Ngehits Sepanjang November 2017

November almost over, kali ini Aremafood bakal ngerekap makanan apa aja yang ngehits di sepanjang November 2017. Emm, sebenernya nggak cuma November 2017 aja sih, tapi […]
22 November 2017
makanan penyembuh jerawat

Wajah Berjerawat? Coba Konsumsi 5 Makanan Penyembuh Jerawat Ini!

Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang biasanya banyak dialami sama kaum hawa. Kehadiran jerawat ini suka tiba-tiba dateng malah kadang barengan sama momen penting yang […]